Soal uts pkn kelas 9 semester 2 dan kunci jawaban
Menguasai UTS PKN Kelas 9 Semester 2: Panduan Lengkap Soal, Kunci Jawaban, dan Strategi Belajar Efektif
Pendidikan Kewarganegaraan (PKN) adalah mata pelajaran yang fundamental dalam membentuk karakter dan identitas siswa sebagai warga negara yang bertanggung jawab. Di kelas 9 semester 2, materi PKN menjadi semakin kompleks dan mendalam, membahas berbagai aspek penting tentang kedaulatan negara, bela negara, serta persatuan dan kesatuan bangsa. Ujian Tengah Semester (UTS) adalah momen krusial untuk mengevaluasi pemahaman siswa terhadap materi ini.
Artikel ini akan menjadi panduan komprehensif bagi Anda, para siswa kelas 9, dalam menghadapi UTS PKN semester 2. Kami akan menguraikan materi-materi kunci, menyajikan contoh soal pilihan ganda dan esai, lengkap dengan kunci jawaban dan pembahasan yang mendalam, serta tips-tips belajar efektif agar Anda dapat meraih hasil terbaik.
Pentingnya Memahami Materi PKN Kelas 9 Semester 2

Materi PKN kelas 9 semester 2 tidak hanya sekadar hafalan, melainkan ajang untuk menumbuhkan kesadaran akan hak dan kewajiban sebagai warga negara. Topik-topik seperti kedaulatan, lembaga negara, sistem pemerintahan, bela negara, hingga tantangan persatuan bangsa, adalah pondasi bagi pemahaman Anda tentang bagaimana negara ini berfungsi dan bagaimana Anda dapat berkontribusi di dalamnya. Pemahaman yang kuat akan materi ini akan membantu Anda tidak hanya dalam menghadapi ujian, tetapi juga dalam kehidupan bermasyarakat.
Materi Penting PKN Kelas 9 Semester 2
Sebelum masuk ke contoh soal, mari kita identifikasi materi-materi pokok yang biasanya diujikan pada UTS PKN kelas 9 semester 2:
-
Kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI):
- Pengertian kedaulatan dan sifat-sifatnya.
- Jenis-jenis kedaulatan (ke dalam, ke luar, rakyat, negara, Tuhan, hukum).
- Bentuk dan sistem kedaulatan negara Indonesia berdasarkan UUD NRI Tahun 1945.
- Prinsip-prinsip kedaulatan rakyat.
- Pelaksanaan kedaulatan rakyat dan lembaga-lembaga negara (MPR, DPR, DPD, Presiden, MA, MK, BPK, KY) serta tugas dan wewenangnya.
-
Bela Negara dalam Konteks NKRI:
- Makna dan pentingnya bela negara.
- Dasar hukum bela negara (UUD NRI Tahun 1945 Pasal 27 Ayat 3, UU No. 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara).
- Bentuk-bentuk partisipasi warga negara dalam upaya bela negara (militer dan non-militer).
- Ancaman terhadap kedaulatan negara (militer dan non-militer) dan cara mengatasinya.
-
Dinamika Persatuan dan Kesatuan Bangsa:
- Makna persatuan dan kesatuan bangsa.
- Faktor-faktor pendorong dan penghambat persatuan dan kesatuan bangsa.
- Tantangan dalam menjaga keutuhan NKRI (disintegrasi, SARA, korupsi, radikalisme, dll.).
- Peran serta masyarakat dalam upaya menjaga persatuan dan kesatuan.
Contoh Soal UTS PKN Kelas 9 Semester 2
Berikut adalah beberapa contoh soal yang sering muncul dalam UTS PKN kelas 9 semester 2, meliputi soal pilihan ganda dan esai.
Bagian I: Soal Pilihan Ganda
Pilihlah satu jawaban yang paling tepat!
-
Kedaulatan yang berarti negara memiliki kekuasaan tertinggi untuk mengatur kehidupan rakyatnya tanpa campur tangan negara lain disebut kedaulatan…
a. Rakyat
b. Ke luar
c. Ke dalam
d. Hukum -
Lembaga negara yang memiliki tugas pokok mengawasi pelaksanaan undang-undang, anggaran negara, dan kebijakan pemerintah adalah…
a. Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR)
b. Dewan Perwakilan Rakyat (DPR)
c. Mahkamah Agung (MA)
d. Komisi Yudisial (KY) -
Setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara. Pernyataan ini sesuai dengan konstitusi UUD NRI Tahun 1945 pada pasal…
a. Pasal 27 Ayat (1)
b. Pasal 27 Ayat (2)
c. Pasal 27 Ayat (3)
d. Pasal 28 Ayat (1) -
Salah satu bentuk ancaman non-militer yang dapat mengganggu kedaulatan negara dan persatuan bangsa adalah…
a. Agresi militer dari negara lain
b. Terorisme bersenjata
c. Penyelundupan narkoba dalam skala besar
d. Pemberontakan bersenjata -
Kedaulatan rakyat mengandung makna bahwa kekuasaan tertinggi berada di tangan rakyat. Prinsip ini diwujudkan dalam sistem pemerintahan Indonesia melalui…
a. Pengangkatan presiden seumur hidup
b. Pemilihan umum yang luber dan jurdil
c. Penetapan hukum oleh satu lembaga saja
d. Pemberlakuan sistem monarki absolut -
Badan yang berwenang mengadili pada tingkat kasasi, menguji peraturan perundang-undangan di bawah undang-undang terhadap undang-undang, dan mempunyai wewenang lainnya yang diberikan oleh undang-undang adalah…
a. Mahkamah Konstitusi
b. Mahkamah Agung
c. Komisi Yudisial
d. Badan Pemeriksa Keuangan -
Contoh peran serta masyarakat dalam upaya bela negara di lingkungan sekolah adalah…
a. Mengikuti tawuran antarpelajar
b. Menaati tata tertib sekolah dan belajar dengan giat
c. Menyebarkan berita bohong di media sosial
d. Melakukan aksi demonstrasi anarkis -
Semboyan "Bhinneka Tunggal Ika" sangat relevan dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia karena…
a. Menekankan keseragaman suku dan budaya
b. Mengajarkan untuk mengabaikan perbedaan
c. Mengakui keberagaman namun tetap satu tujuan
d. Mendorong dominasi satu kelompok atas yang lain -
Faktor penghambat persatuan dan kesatuan bangsa adalah…
a. Rasa cinta tanah air
b. Sikap primordialisme yang berlebihan
c. Semangat gotong royong
d. Toleransi antarumat beragama -
Lembaga negara yang berwenang menguji undang-undang terhadap Undang-Undang Dasar adalah…
a. Mahkamah Agung
b. Dewan Perwakilan Rakyat
c. Mahkamah Konstitusi
d. Komisi Yudisial
Bagian II: Soal Esai
Jawablah pertanyaan berikut dengan singkat dan jelas!
- Jelaskan mengapa kedaulatan rakyat sangat penting bagi keberlangsungan negara demokrasi seperti Indonesia!
- Sebutkan dan jelaskan peran tiga lembaga negara yang Anda anggap paling krusial dalam menjaga kedaulatan NKRI!
- Bagaimana bentuk partisipasi aktif siswa dalam upaya bela negara di era globalisasi ini? Berikan minimal tiga contoh konkret!
- Identifikasi dua tantangan utama yang dihadapi bangsa Indonesia dalam menjaga persatuan dan kesatuan, serta berikan solusi konkret untuk mengatasinya!
Kunci Jawaban dan Pembahasan
Bagian I: Soal Pilihan Ganda
-
Jawaban: c. Ke dalam
- Pembahasan: Kedaulatan ke dalam (intern) adalah kekuasaan tertinggi negara untuk mengatur segala aspek kehidupan rakyatnya di dalam wilayah negara tersebut, tanpa campur tangan pihak eksternal. Kedaulatan ke luar (ekstern) adalah kemampuan negara untuk menjalin hubungan dan bekerja sama dengan negara lain tanpa terikat oleh kekuasaan lain. Kedaulatan rakyat adalah kekuasaan tertinggi di tangan rakyat, sedangkan kedaulatan hukum berarti hukum adalah kekuasaan tertinggi.
-
Jawaban: b. Dewan Perwakilan Rakyat (DPR)
- Pembahasan: DPR memiliki fungsi legislasi (membentuk UU), anggaran (menyusun dan menetapkan APBN), dan pengawasan (mengawasi pelaksanaan UU, APBN, dan kebijakan pemerintah). MPR adalah lembaga tertinggi yang mengubah UUD dan melantik presiden/wapres. MA adalah lembaga peradilan tertinggi. KY berwenang mengusulkan pengangkatan hakim agung dan menjaga kehormatan hakim.
-
Jawaban: c. Pasal 27 Ayat (3)
- Pembahasan: Pasal 27 Ayat (3) UUD NRI Tahun 1945 secara eksplisit menyatakan "Setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara." Pasal 27 Ayat (1) tentang kedudukan sama di hadapan hukum, dan Ayat (2) tentang hak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak.
-
Jawaban: c. Penyelundupan narkoba dalam skala besar
- Pembahasan: Agresi militer, terorisme bersenjata, dan pemberontakan bersenjata adalah contoh ancaman militer yang menggunakan kekuatan bersenjata. Penyelundupan narkoba, korupsi, kejahatan siber, dan penyebaran ideologi asing adalah contoh ancaman non-militer yang dapat merusak sendi-sendi kehidupan bangsa dari dalam.
-
Jawaban: b. Pemilihan umum yang luber dan jurdil
- Pembahasan: Kedaulatan rakyat diwujudkan melalui partisipasi aktif rakyat dalam menentukan pemimpin dan kebijakan, salah satunya melalui pemilihan umum (pemilu) yang langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil (luber dan jurdil). Pengangkatan presiden seumur hidup atau monarki absolut bertentangan dengan prinsip kedaulatan rakyat.
-
Jawaban: b. Mahkamah Agung
- Pembahasan: MA adalah pengadilan tertinggi yang mengadili pada tingkat kasasi, menguji peraturan di bawah UU terhadap UU. MK berwenang menguji UU terhadap UUD, memutus sengketa kewenangan lembaga negara, memutus pembubaran partai politik, dan memutus perselisihan hasil pemilu. KY berwenang mengusulkan pengangkatan hakim agung. BPK berwenang memeriksa pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara.
-
Jawaban: b. Menaati tata tertib sekolah dan belajar dengan giat
- Pembahasan: Bela negara tidak hanya melalui jalur militer, tetapi juga non-militer, termasuk melalui pendidikan. Menaati tata tertib sekolah, belajar dengan giat, dan berprestasi adalah bentuk partisipasi siswa dalam membangun kualitas sumber daya manusia yang akan membela negara di masa depan. Tawuran, berita bohong, dan demonstrasi anarkis justru merusak persatuan dan ketertiban.
-
Jawaban: c. Mengakui keberagaman namun tetap satu tujuan
- Pembahasan: Semboyan "Bhinneka Tunggal Ika" berarti "Berbeda-beda tetapi tetap satu". Ini menekankan bahwa meskipun Indonesia memiliki beragam suku, agama, ras, dan golongan, namun tetap merupakan satu kesatuan bangsa yang memiliki tujuan bersama, yaitu menjaga NKRI.
-
Jawaban: b. Sikap primordialisme yang berlebihan
- Pembahasan: Primordialisme adalah pandangan yang mengutamakan ikatan kelompok (suku, agama, daerah) di atas kepentingan nasional. Jika berlebihan, hal ini dapat memicu konflik dan disintegrasi. Rasa cinta tanah air, gotong royong, dan toleransi adalah faktor pendorong persatuan.
-
Jawaban: c. Mahkamah Konstitusi
- Pembahasan: Sebagaimana dijelaskan pada pembahasan soal nomor 6, MK memiliki kewenangan utama untuk melakukan judicial review, yaitu menguji undang-undang (UU) terhadap Undang-Undang Dasar (UUD).
Bagian II: Soal Esai
-
Jelaskan mengapa kedaulatan rakyat sangat penting bagi keberlangsungan negara demokrasi seperti Indonesia!
- Kunci Jawaban dan Pembahasan: Kedaulatan rakyat adalah prinsip fundamental dalam negara demokrasi seperti Indonesia karena:
- Legitimasi Kekuasaan: Kedaulatan rakyat memberikan legitimasi atau pengesahan bagi setiap kekuasaan yang dijalankan oleh pemerintah. Kekuasaan dianggap sah karena berasal dari rakyat, yang diwujudkan melalui pemilihan umum atau mekanisme partisipasi lainnya. Tanpa kedaulatan rakyat, pemerintahan akan dianggap tidak sah dan cenderung otoriter.
- Kontrol dan Akuntabilitas: Rakyat memiliki hak untuk mengawasi dan mengontrol jalannya pemerintahan. Mekanisme seperti pemilihan umum berkala, hak menyampaikan pendapat, dan kebebasan pers memastikan bahwa pemerintah bertanggung jawab kepada rakyat. Hal ini mencegah penyalahgunaan kekuasaan dan mendorong pemerintahan yang bersih.
- Partisipasi Masyarakat: Kedaulatan rakyat mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam proses pengambilan keputusan. Setiap warga negara memiliki hak dan kesempatan untuk menyalurkan aspirasinya, baik secara langsung maupun melalui wakil-wakilnya, sehingga kebijakan yang dibuat benar-benar mencerminkan kepentingan rakyat.
- Menjamin Hak Asasi Manusia: Dalam sistem kedaulatan rakyat, hak asasi manusia cenderung lebih terlindungi karena kekuasaan tidak terpusat pada satu individu atau kelompok, melainkan tersebar dan dikontrol oleh rakyat.
- Kunci Jawaban dan Pembahasan: Kedaulatan rakyat adalah prinsip fundamental dalam negara demokrasi seperti Indonesia karena:
-
Sebutkan dan jelaskan peran tiga lembaga negara yang Anda anggap paling krusial dalam menjaga kedaulatan NKRI!
- Kunci Jawaban dan Pembahasan: Tiga lembaga negara yang krusial dalam menjaga kedaulatan NKRI, beserta perannya:
- Presiden (Pemerintah Eksekutif): Presiden sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan memiliki peran sentral dalam menjaga kedaulatan. Perannya meliputi:
- Melaksanakan undang-undang dan kebijakan negara untuk mencapai tujuan nasional.
- Memimpin pertahanan dan keamanan negara (panglima tertinggi TNI).
- Menjalin hubungan diplomatik dengan negara lain untuk menjaga kedaulatan eksternal.
- Menjaga stabilitas politik dan keamanan dalam negeri.
- Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) (Lembaga Legislatif): DPR adalah representasi rakyat yang memiliki peran vital:
- Membentuk undang-undang (fungsi legislasi) yang menjadi dasar hukum bagi kedaulatan dan penyelenggaraan negara.
- Menetapkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang merupakan instrumen penting untuk membiayai pertahanan, keamanan, dan pembangunan negara.
- Melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan pemerintahan oleh presiden dan jajarannya untuk memastikan tidak ada penyalahgunaan kekuasaan dan kebijakan berjalan sesuai konstitusi.
- Mahkamah Konstitusi (MK) (Lembaga Yudikatif): MK adalah lembaga penegak hukum yang menjaga kedaulatan hukum:
- Menguji undang-undang terhadap Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, memastikan bahwa setiap produk hukum tidak bertentangan dengan konstitusi sebagai hukum tertinggi.
- Memutus sengketa kewenangan antarlembaga negara, menjaga keseimbangan kekuasaan.
- Memutus pembubaran partai politik dan perselisihan hasil pemilihan umum, yang esensial bagi tegaknya demokrasi dan kedaulatan rakyat.
- Perannya menjaga supremasi konstitusi dan keadilan, yang merupakan pilar kedaulatan negara.
- Presiden (Pemerintah Eksekutif): Presiden sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan memiliki peran sentral dalam menjaga kedaulatan. Perannya meliputi:
- Kunci Jawaban dan Pembahasan: Tiga lembaga negara yang krusial dalam menjaga kedaulatan NKRI, beserta perannya:
-
Bagaimana bentuk partisipasi aktif siswa dalam upaya bela negara di era globalisasi ini? Berikan minimal tiga contoh konkret!
- Kunci Jawaban dan Pembahasan: Partisipasi aktif siswa dalam upaya bela negara di era globalisasi tidak lagi hanya sebatas angkat senjata, melainkan mencakup berbagai aspek kehidupan yang membangun kekuatan bangsa. Tiga contoh konkret partisipasi siswa adalah:
- Belajar dengan Giat dan Berprestasi: Dengan belajar sungguh-sungguh, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, serta meraih prestasi di bidang akademik maupun non-akademik, siswa sedang mempersiapkan diri menjadi sumber daya manusia unggul yang mampu bersaing di kancah global. Ini adalah bentuk bela negara melalui peningkatan kualitas SDM yang akan membangun dan mempertahankan kedaulatan ekonomi, ilmu pengetahuan, dan teknologi bangsa.
- Menjaga Persatuan dan Kesatuan di Lingkungan Sekolah dan Masyarakat: Siswa dapat berpartisipasi dengan tidak terlibat dalam tawuran, menghindari perundungan (bullying), menghargai perbedaan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), serta aktif dalam kegiatan ekstrakurikuler yang menumbuhkan kebersamaan. Sikap toleransi dan gotong royong ini adalah fondasi penting untuk menjaga keutuhan bangsa dari ancaman disintegrasi yang sering dipicu oleh perpecahan.
- Bijak Menggunakan Media Sosial dan Menangkal Hoaks/Radikalisme: Di era digital, ancaman ideologi asing, penyebaran hoaks, dan paham radikalisme seringkali menyasar kaum muda melalui media sosial. Siswa dapat berpartisipasi dengan kritis dalam menerima informasi, tidak mudah terprovokasi, melaporkan konten negatif, serta menyebarkan informasi positif dan nilai-nilai Pancasila. Ini adalah bentuk bela negara dalam menjaga kedaulatan ideologi dan informasi bangsa.
- Kunci Jawaban dan Pembahasan: Partisipasi aktif siswa dalam upaya bela negara di era globalisasi tidak lagi hanya sebatas angkat senjata, melainkan mencakup berbagai aspek kehidupan yang membangun kekuatan bangsa. Tiga contoh konkret partisipasi siswa adalah:
-
Identifikasi dua tantangan utama yang dihadapi bangsa Indonesia dalam menjaga persatuan dan kesatuan, serta berikan solusi konkret untuk mengatasinya!
-
Kunci Jawaban dan Pembahasan:
-
Tantangan 1: Isu Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan (SARA) serta Primordialisme Berlebihan.
- Identifikasi Masalah: Indonesia adalah negara yang sangat majemuk. Perbedaan SARA yang tidak dikelola dengan baik dan sikap primordialisme (mengutamakan kelompok sendiri) dapat memicu konflik horizontal, diskriminasi, dan pada akhirnya mengancam persatuan. Fenomena polarisasi masyarakat akibat isu SARA sering terjadi, terutama menjelang momen politik.
- Solusi Konkret:
- Pendidikan Multikultural: Mengintegrasikan nilai-nilai toleransi, penghargaan terhadap keberagaman, dan pentingnya persatuan dalam kurikulum pendidikan sejak dini.
- Dialog Antarumat Beragama/Antarsuku: Mengadakan forum-forum dialog dan kegiatan bersama yang melibatkan berbagai kelompok masyarakat untuk membangun pemahaman, empati, dan saling menghargai.
- Penegakan Hukum Tegas: Pemerintah dan aparat penegak hukum harus bertindak tegas terhadap setiap tindakan diskriminasi, ujaran kebencian, atau provokasi yang mengarah pada perpecahan SARA, tanpa pandang bulu.
- Peran Tokoh Masyarakat/Agama: Tokoh-tokoh ini harus aktif menyebarkan pesan persatuan dan moderasi, serta menjadi teladan dalam menjaga kerukunan.
-
Tantangan 2: Dampak Negatif Globalisasi dan Perkembangan Teknologi Informasi (Hoaks, Radikalisme Digital).
- Identifikasi Masalah: Globalisasi dan kemajuan teknologi informasi, khususnya media sosial, membawa dampak positif namun juga negatif. Penyebaran informasi palsu (hoaks), ujaran kebencian, ideologi transnasional (seperti radikalisme dan terorisme), serta budaya asing yang tidak sesuai nilai-nilai Pancasila dapat dengan cepat memengaruhi masyarakat, mengikis rasa nasionalisme, dan memecah belah bangsa.
- Solusi Konkret:
- Literasi Digital: Meningkatkan kemampuan masyarakat, terutama generasi muda, dalam memilah informasi, berpikir kritis, dan mengidentifikasi hoaks atau konten negatif di media sosial. Pendidikan tentang etika bermedia sosial harus digencarkan.
- Penguatan Ideologi Pancasila: Menguatkan pemahaman dan pengamalan nilai-nilai Pancasila sebagai filter terhadap pengaruh negatif asing dan sebagai perekat persatuan. Ini bisa dilakukan melalui pendidikan, sosialisasi, dan keteladanan.
- Pengawasan dan Penegakan Hukum Siber: Pemerintah perlu terus memperkuat regulasi dan kapasitas penegak hukum dalam menangani kejahatan siber, penyebaran hoaks, dan konten radikal yang mengancam persatuan.
- Produksi Konten Positif: Mendorong penciptaan dan penyebaran konten-konten digital yang inspiratif, mendidik, dan menguatkan nilai-nilai kebangsaan serta persatuan di platform-platform digital.
-
-
Tips Sukses Menghadapi UTS PKN Kelas 9 Semester 2
- Pahami Konsep, Jangan Hanya Menghafal: PKN bukan hanya tentang mengingat definisi, tetapi memahami mengapa konsep-konsep tersebut penting dan bagaimana penerapannya dalam kehidupan bernegara.
- Buat Ringkasan dan Peta Konsep: Setelah membaca materi, buatlah ringkasan atau peta konsep (mind map) untuk membantu memvisualisasikan hubungan antar topik dan mempermudah proses mengingat.
- Latihan Soal Secara Teratur: Semakin banyak Anda berlatih soal, semakin terbiasa Anda dengan berbagai tipe pertanyaan dan semakin cepat Anda dapat menemukan jawaban yang tepat.
- Diskusi Kelompok: Belajar bersama teman dapat membantu Anda memahami materi dari berbagai sudut pandang dan saling melengkapi kekurangan.
- Manfaatkan Sumber Belajar Lain: Selain buku teks, gunakan sumber lain seperti internet (situs pendidikan terpercaya), video edukasi, atau artikel berita yang relevan dengan materi PKN.
- Jaga Kesehatan: Pastikan Anda mendapatkan istirahat yang cukup, makan makanan bergizi, dan berolahraga ringan agar pikiran tetap segar saat belajar dan mengerjakan ujian.
- Percaya Diri dan Berdoa: Percayalah pada kemampuan diri sendiri setelah belajar keras. Jangan lupa berdoa untuk kelancaran ujian.
Penutup
UTS PKN kelas 9 semester 2 adalah kesempatan bagi Anda untuk menunjukkan pemahaman tentang pentingnya menjadi warga negara yang baik dan bertanggung jawab. Dengan memahami materi secara mendalam, berlatih soal, dan menerapkan strategi belajar yang efektif, Anda tidak hanya akan meraih nilai yang memuaskan, tetapi juga menumbuhkan kesadaran akan peran Anda dalam menjaga dan membangun negara ini. Semoga artikel ini bermanfaat dan sukses selalu dalam ujian Anda!
